Metode Task Centered System Design (TCSD)

Posted: 18 Oktober 2012 in Metode Pengemabangan Sistem Informasi
Tag:, , ,

Task Centered System Design (TCSD)

               Merupakan metode dalam Human Computer Interaction (HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan user dan kebutuhan task. (Lewis dan Reiman, 233). Hasil identifikasi digunakan sebagai dasar perbaikan interface SIA yang didukung dengan observasi serta wawancara langsung pada user. Pengembangan interface Sistem Informasi Akademik (SIA) berfokus pada penambahan content serta tampilan informasi yang disajikan. Metode TCSD meliputi 4 tahap, yaitu identificationUser-Centered Requirements Analysisdesign as scenario, dan walkthrough evaluate.

1.  Identifikasi (Identification)

Pada tahap pertama tugas berpusat  pada pengidentifikasi masalah dari pengguna dari sistem dan mengartikulasikan tugas-tugas yang realistis contoh yang akan mereka lakukan. Tujuan adalah untuk menghasilkan gambaran pengidentifikasian masalah pengguna dan tugas yang memberikan cakupan yang realistis akan menggunakan sistem untuk melakukan jenis tugas apa. Untuk mencapai tujuan ini, anda harus terlebih dahulu menemukan apa tugas-tugas atau permasalahan pengguna, kemudian menulis ini sebagai deskripsi tugas, dan akhirnya memvalidasi deskripsi untuk memastikan mereka mewakili realitas.

2.   User-Centered Requirements Analysis

Tahap berikutnya dalam TCSD adalah menganalisis permasalahan yang ada serta untuk memutuskan apakah hasil dari analisis akan disertakan atau dikecualikan dari desain anda. Daftar ini akan menjadi user-dasar anda berpusat analisis persyaratan desain sistem anda. Tahap penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbaharui.Tahap ini merupakan tahap krisis dan sangat penting karena akan dapat menentukan berhasil tidaknya sistem yang akan dibangun atau dikembangkan.

3.   Desain melalui Skenario (Design as Scenario)

Tahap yang menentukan desain sistem proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru dan mengembangkan desain untuk menyesuaikan pengguna dan tugas tertentu. Membuat desain secara simulasi, dimana desain alternatif tersebut dikembalikan pada user sehingga diperoleh satu alternatif desain yang sesuai dengan kebutuhan user.

4. Walkthrough Evaluate

Pada tahap ini melakukan evaluasi akhir terhadap desain system kemudian dimana desain sistem dibentuk dan dibangun menjadi suatu kode (program) yang siap untuk dioperasikan.

by: Fenando.S.Kom., M.Kom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s